oleh

Bikers Brotherhood 1% MC West Borneo Chapter: Kekerasan Bukan Solusi, Mari Jaga Keamanan Kota

-Daerah-83 views

PONTIANAK – Meningkatnya aksi tawuran dengan senjata tajam di Pontianak menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk komunitas motor.

Pembina Bikers Brotherhood 1% MC West Borneo Chapter Kiki Prabawa, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena ini dan menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat dalam menjaga keamanan kota. “Kami sangat prihatin dengan maraknya aksi tawuran yang sudah menjadi isu luas di berbagai komunitas.

Tawuran tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga masyarakat umum. Ini menciptakan ketakutan dan mengganggu ketertiban kota,” ujar Kiki di Basecamp Komunitas Motor Brotherhood, Jalan Putri Candra Midi, Pontianak.

Menurutnya, meskipun pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya seperti patroli dan penindakan, insiden tawuran masih sering terjadi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa keamanan kota bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kami sadar bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian. Semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus berperan aktif dalam mencegah aksi kekerasan di jalanan,” tambahnya.

Komunitas motor melihat bahwa kurangnya fasilitas dan aktivitas positif bagi remaja menjadi salah satu faktor penyebab maraknya tawuran. Oleh karena itu, mereka mengusulkan agar pemerintah dan komunitas setempat menyediakan wadah yang lebih bermanfaat bagi anak muda.

“Kami yakin bahwa dengan adanya kegiatan seperti event otomotif, olahraga, atau pelatihan keterampilan, remaja dapat menyalurkan energi mereka ke arah yang lebih positif dan menjauh dari tindakan kriminal,” kata Kiki. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa perlu adanya pendekatan yang seimbang dalam menindak para pelaku tawuran.

Hukuman yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera, tetapi pembinaan juga harus dikedepankan agar anak-anak muda yang masih bisa dibina tidak kehilangan masa depan mereka.

“Kami mendukung tindakan tegas terhadap pelaku tawuran, namun tetap harus ada pendekatan pembinaan. Jangan hanya menghukum, tetapi juga menyelamatkan generasi muda dari jalan yang salah,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan, Komunitas Motor Brotherhood 1% Pontianak siap berkolaborasi dengan kepolisian dan berbagai elemen masyarakat untuk mendeklarasikan. Mereka juga akan aktif dalam kampanye anti-kekerasan guna menyadarkan generasi muda tentang pentingnya hidup damai dan menjauhi tindakan kriminal.

“Kami mengajak seluruh remaja untuk tidak terlibat dalam tawuran. Kekerasan bukan solusi, dan masa depan yang cerah hanya bisa diraih dengan sikap positif, belajar, serta membangun persaudaraan yang baik,” pesannya.

Sebagai penutup, Kiki juga mengapresiasi para pemuda yang selama ini berusaha menahan diri dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan persaudaraan sebagai benteng terakhir dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“Kami dari Bikers MC 1% mengucapkan terima kasih kepada adik-adik yang selama ini mampu menahan diri dari kekerasan. Mari bersama-sama kita hentikan kekerasan di jalan, di rumah, dan di mana pun. Persaudaraan adalah benteng terakhir yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *